Media Sosial Bikin Kita Lebih Cemas atau Lebih Termotivasi?

Teknokra.id - Halo sobat Teknokra! Siapa nih yang buka Instagram, lihat teman yang udah magang di tempat yang keren atau impian kamu banget. Buka Twitter, ada yang ngeposting pencapaian akademiknya. Terus kamu nutup HP dan tiba-tiba ngerasa hidup kamu nggak ada apa-apanya. Pernah ngerasain itu? Kalau iya, kamu nggak sendirian dan kamu juga nggak lebay.

Kenapa Media Sosial Bisa Bikin Cemas?

Yang kita lihat di media sosial itu potongan terbaik dari kehidupan orang lain. Jarang ada yang posting pas lagi sedih atau di titik terendah hidupnya, jarang ada yang upload foto waktu gagal sidang, jarang ada yang cerita kalau IPK-nya turun semester ini.

Terkadang secara gak langsung kita membandingkan kehidupan kita yang penuh dengan masalah sehari-hari, dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Perbandingan yang nggak apple-to-apple ini yang jadi sumber kecemasan di diri kita sendiri.

Media Sosial Juga Bisa Jadi Bahan Bakar

Banyak yang bilang media sosial justru bikin mereka termotivasi, ini bisa benar tapi tergantung gimana kamu menggunakanya. Kalau kamu follow akun yang isinya tips belajar, pengalaman magang, info beasiswa, atau cerita perjuangan orang-orang yang akhirnya berhasil itu bisa jadi sumber motivasi yang nyata. Bedanya dengan yang bikin cemas itu konten yang gak mengajak kamu untuk bergerak.

Coba cek sekarang akun-akun yang kamu ikuti di tiktok, instagram, X itu bikin kamu ngerasa lebih baik atau lebih ngerasa minder setelah liat kontennya? Kalau lebih sering bikin insecure, unfollow aja. Ganti dengan akun yang beneran kasih tips produktivitas, info lowongan, konten edukasi yang seru.

Batasi waktu bukan bersosialisasi, yang perlu dibatasi bukan pergaulanmu tapi waktu scrollingnya. Media sosial itu cuma alat, yang nentuin efeknya ke hidup kamu adalah bagaimana cara kamu menggunakannya. Nantikan artikel berikutnya ya sobat! (Penulis: Nadia Felisa).