AI Bikin Tugas Jadi Gampang, Tapi Kita Jadi Makin Bodoh?
Teknokra.id - Halo sobat Teknokra! Sejak ChatGPT ada, kehidupan mahasiswa berubah cukup drastis. Yang dulu butuh dua jam buat nulis ringkasan, sekarang bisa selesai dalam sepuluh menit. Yang dulu harus cari tahu dari kakak tingkat dan teman buat bikin outline makalah, sekarang tinggal ketik prompt dan langsung jadi.
Tapi di balik kemudahan itu, ada pertanyaan yang mulai sering muncul terutama dari dosen dan juga dari mahasiswa yang jujur sama dirinya sendiri, kalau semua dikerjain AI, kita sendiri jadi belajar apa?
AI Itu Nyata dan Nggak Bakal Kemana-mana, AI bukan tren sementara. Kecerdasan buatan ini terus berkembang dan terus masuk ke berbagai bidang kerja. Artinya, mau nggak mau, mahasiswa sekarang harus bisa menggunakannya bukan menghindarinya.
Kampus-kampus terbaik di dunia juga udah mulai mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum, bukan melarangnya. Pertanyaannya bukan "pakai atau nggak pakai", tapi "pakai dengan cara yang bener atau nggak?"
Bedanya Pakai AI sama Jadi Tergantung AI, ini letak masalah yang sebenarnya. Ada perbedaan besar antara dua mahasiswa, yaitu Mahasiswa A pakai AI untuk mengembangkan ide, mengecek penulisab tulisannya, atau minta penjelasan yang susah dipahami dari buku atau jurnal tapi tetap menulis sendiri, berpikir sendiri, dan memahami materi dengan caranya sendiri. Mahasiswa B copy-paste jawaban AI langsung ke tugasnya tanpa baca, tanpa pahami, tanpa proses apapun dari otaknya sendiri.
Mahasiswa A menggunakan AI sebagai alat bantu berpikir. Mahasiswa B menggunakan AI sebagai pengganti berpikir. Dan bedanya ini akan sangat terasa saat ujian lisan, saat diskusi di kelas, atau saat kerja nanti. Jadi, Pakai AI atau Nggak? Pakai. Tapi dengan sadar dan dengan tujuan yang jelas. Gunakan AI untuk Memahami konsep yang penjelasan yang terlalu ribet Mengecek apakah argumen yang kamu tulis sudah logis
dan mengembangkan ide awal sebelum kamu kembangkan sendiri. Mencari sudut pandang lain yang belum kamu pikirkan Jangan gunakan AI untukmenggantikan proses berpikir kamu dengan cara kirim tugas yang kamu sendiri nggak paham isinya dan meminta jawaban dari AI. Jadi kamu harus menggunakan AI dengan tepat dan jangan sampai bodoh karena AI. (Penulis: Nadia Felisa).