Review Novel The Book Of Lost Things By John Connolly

Teknokra.id - Dengan melihat blurb di Novel The Book Of Lost Things, John Connolly menuliskan “Dongeng ini diperuntukan bagi orang dewasa, terutama yang masih ingat saat-saat ketika masa kanak-kanak mulai berlalu dan jalan menuju kedewasaan telah terbentang.” Dengan demikian, Connolly ingin mengatakan bahwa dalam diri setiap orang dewasa masih tersimpan jiwa kanak-kanaknya. Hal ini rupanya disadari betul oleh John Connolly sehingga ia lalu membuat novel (dewasa) apik bergenre fantasi berjudul “The Book of Lost Things”.

Tokoh utama dalam novel ini adalah David, seorang anak lelaki berumur 12 tahun seperti yang sering terdapat dalam kisah-kisah petualangan pada umumnya. Dimana ia harus menjadi piatu pada usianya yang kedua belas itu. Sejak saat itu David merasa sangat kesepian. Ditambah lagi ayahnya menikah dengan seorang ibu tiri dan dari perkawinan tersebut David mendapat adik tiri laki-laki. David pun akhirnya merasa kian diabaikan dan mulai mencari-cari pelarian untuk menghibur dirinya yang sangat kecewa. Lalu suatu hari ia bertengkar dengan ibu tirinya dan setelah pertengkaran tersebut, David terdampar ke negeri lain. Saat itulah petualangan seru nan fantastik tersaji dari novel ini.

Review Novel The Book Of Lost Things By John Connolly

Di dalam negeri tersebut David mengalami kejadian-kejadian menegangkan, dan juga bertemu dengan tokoh-tokoh dongeng favoritnya, seperti Snow White, Gadis Kecil Bertudung Merah, Putri Tidur, dan masih banyak lagi. Tetapi lucunya, sosok atau kisah tentang mereka berbeda sama sekali dengan yang selama ini David baca dari buku-buku. Pada bagian ini benar-benar membuat pembaca terhibur dan takjub akan penggambaran cerita-cerita dongeng tersebut oleh Connolly.

Di buku ini terdapat bagian yang membuat kita terhibur, tetapi selebihnya kisah The Book of Lost Things ini cenderung kelam dengan setting Inggris pada masa Perang Dunia II. Hal inilah yang menyebabkan Gramedia selaku penerbit buku merasa perlu menyematkan label “novel dewasa” di sampul belakang. Sebab, buku fantasi dengan tokoh utamanya anak-anak, di dalamnya banyak memuat adegan kekerasan (kepala yang dipenggal, darah berhamburan, usus terburai, dsb) yang mungkin menurut pertimbangan Gramedia tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak. 

Selanjutnya, lazim dari kisah fantasi dan petualangan akan kita jumpai banyak makhluk ajaib yang cuma ada dalam dongeng. Seperti, troll, harpy, manusia serigala dan masih banyak lagi makhluk-makhluk aneh lainnya. Di buku ini tentu juga harus terdapat petualangan, perkelahian, dan pahlawan. Dalam buku ini tentu saja David sebagai pahlawannya, karena ia mampu mengalahkan semua lawan-lawannya yang jahat dan juga dia berhasil mengalahkan rasa takut dan kebencian yang ada dalam hatinya.

Secara keseluruhan, buku ini sangat bagus. Alur, setting, sudut pandang, dan penokohan disusun secara sempurna oleh sang penulis. Inti dari ceritanya adalah tentang pendewasaan dari si tokoh utama, David. Selain itu, kisah-kisah yang disampaikan oleh Roland dan si Tukang Kayu, seperti dongeng Hansel dan Gretel, Alexander dan Putri, sampai Little Red Riding Hood yang berbeda dari kisah aslinya membuat pembaca pasti terkagum-kagum dengan cara penyampaian kisah-kisah ini yang di mana semua kisah dongeng tersebut sudah dimodifikasi oleh John Connolly menjadi dongeng yang tragis dan sadis.

Meskipun novel ini adalah novel fantasi yang pertama kali ditulis oleh Connolly (ia terkenal sebagai penulis buku genre misteri dan thriller), buku ini sangatlah bagus dan menarik. Salah satu hal penting yang dapat dipelajari dari kisahnya yaitu bahwa pertarungan yang paling sulit adalah pertarungan melawan diri sendiri.

Nah, itulah dia sedikit ulasan mengenai buku The Book of Lost Things karya John Connoly. Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk membacanya? (Penulis: Ruweisha).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel