Uang Saku Pas-pasan? Ini Cara Mahasiswa Bisa Tetap Nabung Tiap Bulan
Teknokra.id- Halo sobat Teknokra! Hayo siapa yang setiap akhir bulan selalu bingung uangnya pergi kemana? Padahal kayaknya nggak beli apa-apa yang aneh-aneh, tapi kok saldo udah sekarat duluan sebelum akhir bulan. Tenang, kamu nggak sendirian. Hampir semua mahasiswa ngerasain hal yang sama. Masalahnya bukan soal uang saku yang kurang. Kadang yang jadi masalah itu kita nggak tahu uang kita pergi ke mana. Nah, dari sini kita mulai.
Catat Dulu, Baru Belanja
Langkah paling simpel yang sering diremehkan adalah mencatat pengeluaran. Nggak perlu aplikasi canggih, notes di HP pun jadi. Coba deh selama seminggu, catat semua yang kamu beli termasuk es teh yang "cuma" tiga ribu itu. Kamu bakal kaget sendiri lihat hasilnya. Setelah tahu pola pengeluaran kamu, baru deh bisa mulai milah mana yang emang butuh, mana yang cuma lapar mata.
Pakai Rumus 50-30-20 Versi Mahasiswa
Rumus ini sebenernya buat orang kerja, tapi bisa banget diadaptasi. Intinya seperti ini:
- 50% buat kebutuhan pokok makan, transportasi, fotokopi tugas
- 30% buat kebutuhan sosial nongkrong, dan jajan
- 20% langsung ditabung sebelum diapa-apain
Kunci dari rumus ini ada di bagian terakhir tabung dulu sebelum sisanya dipakai. Bukan tabung dari sisa. Ini bedanya besar banget.
Manfaatin yang Gratis Dulu
Seperti Kampus punya fasilitas WiFi, perpustakaan, dan kantin yang harga makananya murah. Sebelum beli sesuatu, tanya dulu ke diri sendiri: "Ada versi gratisnya nggak?"
Spotify ada versi gratis dengan iklan. Canva gratis untuk kebutuhan desain tugas. Lumayan kan kalau diakumulasi dalam sebulan?
Cari Penghasilan Tambahan yang Nggak Ganggu Kuliah
Freelance, jualan online, atau ikut jadi asisten dosen banyak yang bisa disambi kuliah. Kuncinya jangan sampai penghasilan tambahan malah bikin IPK anjlok, karena itu yang utama.
Nabung waktu mahasiswa itu bukan soal jumlahnya yang besar. Lima puluh ribu per bulan yang konsisten lebih baik daripada niat nabung dua ratus ribu tapi selalu di ambil sedikit demi sedikit. Mulai dari yang kecil dulu, yang penting jalan. (Penulis: Nadia Felisa)
